Penerapan Fisioterapi Dada Untuk Meningkatkan Efektivitas Jalan Nafas Dan Mengurangi Kecemasan Pada Anak Dengan ISPA

Ribut Tri Puji Kahasto, Wahyuningsih Wahyuningsih

Abstract


Latar belakang: penerapan fisioterapi dada tingginya kasus anak dengan ISPA mengalami gangguan jalan nafas. Penyakit ISPA sering terjadi pada anak Balita, karena sistem pertahanan tubuh anak masih rendah. Kejadian batuk pilek pada balita di Indonesia diperkirakan 3 sampai 6 kali pertahun, yang berarti seorang balita rata-rata mendapat serangan batuk-pilek 3 sampai 6 kali setahun. Penyakit ISPA dapat ditularkan melalui air ludah, bersin, udara pernapasan yang mengandung kuman yang terhirup oleh orang sehat kesaluran pernapasannya. Infeksi saluran pernapasan bagian atas terutama yang disebabkan oleh virus, sering terjadi pada semua golongan umur, tetapi ISPA yang berlanjut menjadi Pneumonia sering terjadi pada anak kecil terutama apabila terdapat gizi kurang dan dikombinasi dengan keadaan lingkungan yang tidak hygiene.
Tujuan penelitian adalah Mendeskripsikan efektifitas jalan nafas dan kecemasan anak sebelum dan setelah dilakukan fisioterapi dada. Metode pengumpulan data dilakukan dengan mengisi lembar observasi yang dibagikan kepada responden/keluarga penelitian yang menyatakan setuju berpartisipasi dalam kegiatan penelitian.
Hasil penelitian menunjukan bahwa responden berusia kurang dari 5 tahun sebanyak 2 anak (50%) dan lebih dari 5 tahun adalah 2 anak (50%). Sesudah perlakuan batuk efektif dan fisioterapi dada, yang mengalami pengeluaran sputum sebanyak 3 anak (75%), yang tidak mengalami pengeluaran sebanyak 1 anak (25%), didapatkan juga 3 anak (75 %) nadi anak menurun dan 1 anak (25 %) nadi anak meningkat.
Kesimpulan : Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh batuk efektif dan fisioterapi dada terhadap pengeluaran sputum pada anak mampu mengeluarkan sputum, sehingga fisioterapi dada berpengaruh terhadap kebersihan jalan napas dan dapat meningkat terhadap pengeluaran sputum. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa sebelum perlakuan batuk efektif dan fisioterapi dada rata-rata responden mengalami kecemasan yang ditandai dengan anak rewel, gelisah dan perubahan aktivitas, setelah dilakukan fisioterapi dada anak mengalami penurunan tingkat kecemasan, tidak rewel dan dapat melakukan aktivitas sesuai proses tumbuh kembangnya.

Full Text:

PDF

References


Andrade LZC, Silva VM, Lopes Mv De O, Chaves Dbr, Távora Rc De O. 2014. Ineffective airway clearance: prevalence and spectrum of its clinical indicators. Acta Paulista De Enfermagem. 27(4): 319–325.

Aryayuni C, Siregar T. 2019. Pengaruh fisioterapi dada terhadap pengeluaran sputum pada anak dengan penyakit gangguan pernafasaan di poli anak rsud kota depok. Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia. 2(2): 34–42.

Chania H, Andhini D, Jaji. 2020. Pengaruh teknik perkusi dan vibrasi terhadap pengeluaransputum pada balita dengan ispa di Puskesmas Indralaya. Proceeding Seminar Nasional Keperawatan. 6(1):25-30.

Daya, Sukraeny N. 2020. Fisioterapi dada dan steem inhaler aromatheraphy dalam mempertahankan kepatenan jalan nafas pasien penyakit paru obstruktif kronis. Ners Muda. 1(2): 100.

Faisal AM, Najihah. 2019. Clapping dan vibration meningkatkan bersihan jalan napas pada Pasien ISPA Andi. Jurnal Penelitian Kesehatan “Suara Forikes”. 11(1): 77.

GSS C, DA F, TA S, PAMS N, GAF F, KMPP M. 2019. Chest physiotherapy for pneumonia in children (Review). Nurseslabs. 3.

Kasanah WN, Kristiyawati SP, Supriyadi. 2015. Efektifitas batuk efektif dan fisioterapi dada pagi dan siang hari terhadap pengeluaran sputum pasien asma bronkial di rs paru Dr. Ario Wirawan Salatiga. Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan (JIKK). 4(2): 1–7.

Maidartati. 2014. Pengaruh fisioterapi dada terhadap bersihan jalan nafas pada anak usia 1-5 tahun yang mengalami gangguan bersihan jalan nafas di Puskesmas Moch. Ramdhan Bandung. Jurnal Keperawatan BSI. 11(1): 9– 16.

Ningrum HW, Widyastuti Y, Enikmawati A. 2019. Penerapan fisioterapi dada terhadap ketidakefektifan bersihan jalan nafas pada pasien bronkitis usia pra sekolah. Profesi (Profesional Islam) Media Publikasi Penelitian. 1–8.

Pawidya N. 2019. Pengelolaan ketidakefektifan bersihan jalan nafas pada tn. t dengan asma bronkial di Rsud Ungaran.[Artikel Ilmiah].

Prasetyo YB, Ariani TA, Yatayukti RR. 2017. Efektifitas fisioterapi dada terhadap penurunan gejala faringitis pada penambang belerang di Kawah Ijen Banyuwangi. [Artikel Ilmiah].

Purnamiasih DPK. 2020. Pengaruh fisioterapi dada terhadap perbaikan klinis pada anak dengan pneumonia. Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia. 5(10): 1053–1064.

Sanghati, Nurhani S. 2020. Pengaruh fisioterapi dada terhadap pengeluaran sekret pada pasien penyakit paru obstruktif kronik di balai besar kesehatan paru masyarakat makassar. Jurnal Mitrasehat. X(1): 27-38.

Sari DP. 2016. Upaya mempertahankan kebersihan jalan napas dengan fisioterapi dada pada anak pneumonia. Electronic Theses And Dissertations Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Suhanda P, Rusmana M. 2014. Efektifitas fisioterapi dada dan batuk efektif pasca nebulasi terhadap bersihan jalan nafas pada pasien tb paru di Rsu Tangerang.

Tahir R, amalia D, Muhsina S. 2019. Fisioterapi dada dan batuk efektif sebagai penatalaksanaan ketidakefektifan bersihan jalan nafas pada pasien TB Paru di RSUD Kota Kendari. Health Information: Jurnal Penelitian. 11(1): 20– 26.

Wayne G. 2019. Ineffective Breathing Pattern. Nurseslabs. 3.

Yanwar N. 2016. Gambaran pengetahuan perawat tentang fisioterapi dada di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya Tahun 2016. eJournal Mucis. 3345–3356


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


  
 Published by : Universitas Widya Husada Semarang | ISBN : 978-602-60315-7-0
  

MAP LOCATION