Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan https://journal.uwhs.ac.id/index.php/jitk <div class="deskripsi"><br> <table class="data" style="background-color: #f7f7ee; height: 331px; width: 780px;" border="0"> <tbody> <tr valign="top"> <td style="color: #000000; width: 200.594px;">&nbsp;Judul Jurnal</td> <td style="color: #000000; width: 482.406px;">Journal of Health Science and Technology&nbsp;</td> </tr> <tr valign="top"> <td style="color: #000000; width: 200.594px;">&nbsp;Inisial</td> <td style="color: #000000; width: 482.406px;">(JITK)</td> </tr> <tr valign="top"> <td style="color: #000000; width: 200.594px;">&nbsp;Jenis Review</td> <td style="color: #000000; width: 482.406px;">Blind Review</td> </tr> <tr valign="top"> <td style="color: #000000; width: 200.594px;">&nbsp;Bahasa</td> <td style="color: #000000; width: 482.406px;"><strong><img src="https://portal.issn.org/resource/ISSN-L/3007-2328" alt=""></strong>Indonesia</td> </tr> <tr valign="top"> <td style="color: #000000; width: 200.594px;">&nbsp;ISSN</td> <td style="color: #000000; width: 482.406px;">p-ISSN: <a title="contact" href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2086-8510" target="_blank" rel="noopener"><strong>2086-8510</strong></a>&nbsp;| e-ISSN:&nbsp;<a title="contact" href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2655-5875" target="_blank" rel="noopener"><strong>2655-5875</strong></a></td> </tr> <tr valign="top"> <td style="color: #000000; width: 200.594px;">&nbsp;Frekuensi Terbitan</td> <td style="color: #000000; width: 482.406px;">Dua&nbsp;kali per Tahun (Januari dan&nbsp;Juli)</td> </tr> <tr valign="top"> <td style="color: #000000; width: 200.594px;">&nbsp;DOI</td> <td style="color: #000000; width: 482.406px;"><a title="contact" href="#" target="_blank" rel="noopener"><strong>10.33666</strong></a></td> </tr> <tr valign="top"> <td style="color: #000000; width: 200.594px;">&nbsp;Editor-in-chief</td> <td style="color: #000000; width: 482.406px;"><a href="https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/authors/profile/6082174" target="_blank" rel="noopener">Dr. Ambar Dwi Erawati, S.SiT.,MH.Kes.</a></td> </tr> <tr valign="top"> <td style="color: #000000; width: 200.594px;">&nbsp;Publisher</td> <td style="color: #000000; width: 482.406px;"><a href="https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/affiliations/authors/8244277?page=2" target="_blank" rel="noopener">Universitas Widya Husada Semarang</a></td> </tr> <tr valign="top"> <td style="color: #000000; width: 200.594px;">&nbsp;Citation Analysis</td> <td style="color: #000000; width: 482.406px;"><a href="https://scholar.google.co.id/citations?user=BzknmwEAAAAJ&amp;hl=en" target="_blank" rel="noopener">Google Scholar</a></td> </tr> </tbody> </table> </div> <p align="justify"><img style="float: right; width: 200px; border: 2px solid #ffffff; margin: 8px 15px 25px 25px;" src="https://lppm.uwhs.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/CoverBukuJITK2025.png" alt="" width="470" height="319"></p> <p align="justify"><strong>The Journal of Health Science and Technology (JITK) </strong>is a forum or means of publishing scientific writings on the results of research and non-research results in the field of science and technology that have never been published or are in the process of publishing in other scientific journals. The editorial staff has the right to change the writing without changing the purpose or substance of the submitted manuscript. Manuscripts that are not yet fit for publication in the Journal of Health Science and Technology are not returned to the sender, except at the request of the author concerned.</p> <p align="justify">Jurnal yang dikelola oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (<a title="Laman LPPM" href="https://lppm.uwhs.ac.id/" target="_blank" rel="noopener">LPPM</a>) UWHS.</p> <p align="justify"><strong>Announcement :</strong>&nbsp;Berdasarkan keputusan dewan editor, mulai terbitan 17 nomor 1 tahun 2026 penulis dari Indonesia diwajibkan mengunggah artikel dalam <strong>Bahasa Indonesia</strong> guna meningkatkan potensi sitasi serta memperluas jangkauan diseminasi hasil penelitian di lingkup nasional.</p> en-US irawan.wibisono@uwhs.ac.id (Irawan Wibisono, S.T, M.Kes) jurnal.jitk@uwhs.ac.id (Miftachul Anwar) Mon, 13 Jul 2026 11:39:45 +0700 OJS 3.1.2.4 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Faktor Penyebab Kegagalan Pemberian Asi Eksklusif Pada Ibu Bekerja: Kajian Fenomenologis https://journal.uwhs.ac.id/index.php/jitk/article/view/711 <p>Berdasarkan <em>Global Breastfeeding Scorecard 2023</em> dari UNICEF dan WHO, hanya sekitar 48% bayi berusia di bawah enam bulan secara eksklusif menerima ASI. Di Indonesia meningkat dari sekitar 52% pada 2017 menjadi 66,4% pada 2024. Kondisi ini menunjukkan masih banyak bayi yang belum menerima manfaat penuh ASI eksklusif. Beragam studi telah dilakukan untuk mengungkap penyebab kegagalan ASI eksklusif. Penelitian kuantitatif dan kualitatif menunjukkan bahwa pengetahuan rendah, dukungan suami kurang, pekerjaan ibu, dan usia yang terlalu muda atau tua merupakan faktor signifikan. Metode penelitian dalam bentuk data kuantitatif memiliki kekurangan tidak dapat menggali lebih dalam faktor kegagalan pemberian ASI eksklusif. Tujuan penelitian ini menganalilis kegagalan ibu dalam memberikan ASI eksklusif dengan menggali faktor penyebabnya. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi fenomenologi. Partisipan dalam penelitian ini adalah ibu bekerja yang memiliki anak berusia dua tahun dan gagal dalam memberikan ASI eksklusif sebanyak lima orang. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara mendalam menggunkan bantuan instrument wawancara. Hasil penelitian diperoleh kegagalan ibu memberikan ASI eksklusif karena produksi ASI yang kurang atau persepsi ibu terhadap jumlah ASI kurang untuk memenuhi kebutuhan bayi yang disebabkan oleh beberapa hal yaitu: putting susu datar, bayi bingung putting, tali lidah pendek, frekuensi menyusui kurang dan penyebab lain yang tidak diketahui.</p> Sri Wahyuning, Ambar Dwi Erawati, Rinayati Rinayati Copyright (c) 2026 Sri Wahyuning, Ambar Dwi Erawati, Rinayati Rinayati https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.uwhs.ac.id/index.php/jitk/article/view/711 Fri, 10 Jul 2026 00:00:00 +0700 Penerapan Tepid Water Sponge untuk Menurunkan Demam pada Pasien Dewasa dengan Dengue Haemorrhagic Fever (DHF) https://journal.uwhs.ac.id/index.php/jitk/article/view/712 <p>Penderita <em>dengue haemorrhagic fever</em> (DHF) biasanya mengalami peningkatan suhu tubuh (demam) yang biasanya menyebabkan kejang sehingga diperlukan terapi untuk mengatasinya. Terdapat dua cara untuk mengatasi demam, yaitu melalui farmakologi seperti pemberian antipiretik dan non farmakologi yang salah satunya adalah <em>tepid water sponge. </em>Tujuan studi kasus ini untuk mengetahui penerapan <em>tepid water sponge </em>untuk menurunkan demam pada pasien dewasa dengan <em>dengue haemorrhagic fever</em> (DHF) di RS Mitra Anugrah Lestari Cimahi. Karya ilmiah akhir ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dalam bentuk studi kasus mendalam. Subyek pada penulisan karya ilmiah akhir adalah pasien dewasa yang mengalami demam akibat <em>dengue hemoragic fever</em> (DHF) sebanyak 4 responden. Studi kasus dilakukan di ruangan Flamboyan Lantai 3 RS Mitra Anugrah Lestari Cimahi, pada tanggal 10 - 28 Juni 2025. Instumen yang digunakan pada studi kasus ini, yaitu standar operasional prosedur (SOP) <em>tepid water sponge</em>, lembar observasi pengukuran suhu tubuh sebelum dan setelah dilakukan <em>tepid water sponge,</em> serta termometer digital yang baru. Penyajian data pada studi kasus ini yaitu data disajikan secara<em> textual</em> dan tabel. Studi kasus ini menunjukkan hasil perbedaan suhu tubuh pada pasien sebelum dan setelah diberikan penerapan <em>tepid water sponge </em>memiliki penurunan suhu tubuh rata-rata 0,5<sup>0</sup>C sampai 0,9<sup>0</sup>C. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan <em>tepid water sponge </em>efektif untuk menurunkan demam pada pasien dewasa dengan <em>dengue haemorrhagic fever</em> (DHF) di RS Mitra Anugrah Lestari Cimahi.</p> Suyudi Wiranata, Mariyati Mariyati, Menik Kustriyani Copyright (c) 2026 Suyudi Wiranata, Mariyati Mariyati, Menik Kustriyani https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.uwhs.ac.id/index.php/jitk/article/view/712 Fri, 10 Jul 2026 14:39:14 +0700 Tren Penelitian Demam Berdarah oleh Penulis Indonesia di Scopus Database: Analisis Bibliometrik https://journal.uwhs.ac.id/index.php/jitk/article/view/726 <span lang="FR">Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren penelitian demam bserdarah oleh penulis Indonesia yang terindeks dalam Scopus Database. Data dikumpulkan menggunakan strategi pencarian <em>“TITLE(‘dengue fever’) AND AFFILCOUNTRY(Indonesia)”</em> dengan penerapan metode PRISMA untuk proses identifikasi, seleksi, dan inklusi dokumen. Dari hasil penyaringan, diperoleh 169 dokumen yang memenuhi kriteria dan dianalisis lebih lanjut. Analisis data dilakukan menggunakan R Program untuk melihat tren publikasi dan evolusi kata kunci, serta VOSviewer untuk memetakan klaster dan kebaruan kata kunci. </span><span>Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa penelitian mengenai demam berdarah di Indonesia pada <em>Database Scopus</em> menunjukkan perkembangan yang signifikan dari tahun ke tahun, terutama sejak 2017 yang menjadi titik awal peningkatan jumlah publikasi secara mencolok. Tren ini memperlihatkan adanya pergeseran fokus penelitian dari pendekatan lingkungan dan geografis menuju kajian yang lebih multidisipliner, melibatkan aspek biologis, teknologi, dan sosial. Dominasi kata kunci seperti “dengue fever” dan “dengue fevers” menandakan konsistensi minat peneliti terhadap penyakit tersebut, sementara kemunculan kata kunci baru seperti “<em>Attitude to Health</em>”, “<em>Public Health</em>”, dan “<em>Optimal Control</em>” mencerminkan perluasan perhatian terhadap kesehatan masyarakat, perilaku manusia, serta penerapan teknologi dalam prediksi dan pengendalian penyakit. Evolusi kata kunci ini mengindikasikan bahwa penelitian di bidang demam berdarah tidak lagi terbatas pada identifikasi faktor risiko, tetapi telah berkembang ke arah pemanfaatan data dan model analitik untuk mendukung kebijakan kesehatan. Secara keseluruhan, hasil ini menegaskan bahwa penelitian demam berdarah di Indonesia telah berkembang secara substansial dan adaptif terhadap perubahan tantangan kesehatan global.</span> Gesti Mursalina, Sulistyawati Sulistyawati, Fardhiasih Dwi Astuti, Zafrullah Zafrullah Copyright (c) 2026 Gesti Mursalina, Sulistyawati Sulistyawati, Fardhiasih Dwi Astuti, Zafrullah Zafrullah https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.uwhs.ac.id/index.php/jitk/article/view/726 Fri, 10 Jul 2026 14:45:44 +0700 Implementasi Chatbot CalmPanion Sebagai Layanan Konseling Kesehatan Mental Online bagi Mahasiswa https://journal.uwhs.ac.id/index.php/jitk/article/view/741 <p>Kesehatan mental telah menjadi isu penting di kalangan generasi muda, khususnya mahasiswa, yang sering menghadapi tekanan akademik, sosial, dan lingkungan sehingga berpotensi memicu stres, kecemasan, dan depresi ringan. Stigma serta keengganan untuk mencari bantuan profesional masih menjadi hambatan utama, sehingga diperlukan solusi yang inovatif dan mudah diakses. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kepuasan mahasiswa dalam menggunakan chatbot kesehatan mental <em>CalmPanion</em> sebagai alternatif layanan konseling kesehatan mental secara daring. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan desain <em>cross-sectional</em>. Sebanyak 30 mahasiswa aktif Universitas Nasional Karangturi Semarang dipilih menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. Responden diminta menggunakan <em>CalmPanion</em> selama kurang lebih 20 menit, kemudian mengisi kuesioner skala Likert yang diadaptasi dari <em>System Usability Scale</em> (SUS). Data dianalisis secara deskriptif dan hasil penelitian menunjukkan bahwa skor SUS rata-rata sebesar 80.3%. Mengacu pada SUS sistem pada tingkat A (&gt;80) dapat disimpulkan bahwa chatbot <em>Calmpanion</em> dapat diterima oleh mahasiswa. Dengan demikian, <em>CalmPanion </em>memiliki potensi sebagai inovasi teknologi yang dapat mendukung kesehatan mental mahasiswa melalui layanan konseling secara online. Penelitian lanjutan perlu dilakukan dengan jumlah sampel yang lebih besar dan desain longitudinal untuk mengevaluasi efektivitas klinis dalam menurunkan tingkat stres, kecemasan, dan depresi menggunakan chatbot <em>Calmpanion</em>.</p> Sekarlangit Sekarlangit, Aerrosa Murenda Mayadilanuari, Siti Noor Chotimah Copyright (c) 2026 Sekarlangit Sekarlangit, Aerrosa Murenda Mayadilanuari, Siti Noor Chotimah https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.uwhs.ac.id/index.php/jitk/article/view/741 Mon, 13 Jul 2026 00:00:00 +0700