Penerapan Perawatan Luka Dengan Metode Moist Wound Healing Pada Pasien Diabetikum Tipe 2
Abstract
Latar Belakang: Luka diabetik merupakan luka kronik Diabetes Mellitus ditandai dengan luka terbuka pada permukaan kulit yang dapat disertai adanya kematian jaringan sekitar luka.Pada awalnya luka diabetik dikategorikan sebagai luka biasa akan tetapi jika luka salah dalam penanganannya maka luka akan mengalami infeksi, ulserasi dan gangrene. Moist wound healing merupakan metode untuk mempertahankan kelembaban luka dengan menggunakan balutan penahan kelembaban, sehingga penyembuhan luka dan pertumbuhan jaringan dapat terjadi secara alami. Tujuan: Penerapan Perawatan Luka Dengan Metode Moist Wound Healing Pada Pasien Diabetikum Tipe 2 di RSUD Kota Salatiga. Metode: penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif, riset yang berupaya mendeskriptifkan sesuatu indikasi kejadian yang terjalin pada disaat saat ini ataupun masa aktual. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 4 pasien DM tipe 2 dengan luka ulkus diabetikum. Hasil : Evaluasi akhir dari tindakan keperawatan menggunakan penerapan perawatan luka dengan metode moist wound healing,diperoleh hasil bahwa pasien merasa lebih nyaman,luka pada pasien sudah mengalami perubahan ke arah lebih baik yaitu dengan ditunjukkanya jaringan yang mulai tumbuh dan luka sudah membaik. Kesimpulan: Terdapat efektivitas dalam perawatan luka ulkus kaki pada penderita diabetes melitus tipe 2 dengan menggunakan metode moist wound healingAuthors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.