Penerapan Rebusan Kunyit Asam Untuk Menurunkan Nyeri Menstruasi Pada Remaja Putri Di Desa Caruban Kecamatan Ringinarum Kabupaten Kendal
Abstract
Menstruasi merupakan proses yang fisiologis sehingga setiap wanita remaja akan mengalami menstruasi setiap bulan. Nyeri menstruasi menjadi salah satu keluhan yang dapat dialami wanita saat menstruasi. penatalaksaan pada nyeri menstruasi yang dilakukan adalah rebusan kunyit asam untuk menurunkan intensitas nyeri menstruasi pada remaja putri karena kunyit memiliki kandungan curcumin dan minyak atsiri yang dapat menurunkan nyeri menstruasi. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui penerapan rebusan kunyit asam untuk menurunkan nyeri menstruasi pada remaja putri di Desa Caruban Kecamatan Ringinarum Kabupaten Kendal. Rancangan studi kasus ini adalah metode pendekatan penelitian deskriptif. Kelompok subjek diobservasi sebelum dilakukan intervensi, kemudian diobservasi lagi setelah intervensi. Responden studi kasus ini terdiri dari 4 orang dengan kriteria inklusi (1) remaja putri yang mengalami menstruasi, (2) Remaja putri yang berusia 17-20 tahun, (3) Remaja putri yang bersedia menjadi responden. Didapatkan hasil bahwa ke empat responden setelah 3 hari diberikan rebusan kunyit asam mengalami penurunan intensitas nyeri dan rata-rata penurunan 2 skala intensitas nyeri, artinya tindakan terapi rebusan kunyit asam merupakan tindakan yang perlu dan efektif untuk menurunkan nyeri saat menstruasi. Setelah dilakukan studi kasus tentang penerapan rebusan kunyit asam untuk menurunkan nyeri menstruasi pada remaja putri di Desa Caruban Kecamatan Ringinarum Kabupaten Kendal diperoleh kesimpulan bahwa nyeri menstruasi merupakan suatu gejala dan bukan suatu penyakit. Hampir semua perempuan mengalami rasa tidak nyaman selama menstruasi dan didapatkan pengaruh penerapan rebusan kunyit asam untuk menurunkan nyeri menstruasi pada remaja putri di Desa Caruban Kecamatan Ringinarum Kabupaten Kendal sangat efektif untuk terapi non farmokologis bagi remaja putri yang merasakan nyeri saat menstruasi.References
Anggraini, Nabila Aulia. 2021. “Penerapan Pemberian Rebusan Kunyit Asam Untuk Mengurangi Nyeri Haid Pada Remaja Putri.”
Anurogo, D., dan Wulandari, A. 2017. Cara Jitu Mengatasi Nyeri Haid. Yogyakarta: ANDI.
Jamila, F. 2018. “Pengaruh Minuman Kunyit Asam Terhadap Penurunan Skala Nyeri Haid Primer.” Jurnal Kebidanan Indonesia.
Kusteja, Nadya Fauzia, Yulia Herliani, and Khairiyah Khairiyah. 2019. “Kunyit Asam Efektif Mengurangi Nyeri Dismenorea.” Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Aisyiyah 15(1): 65–70.
Laila, Nur Najmi. 2013. Buku Pintar Menstruasi. Jogjakarta: BUKUBIRU.
Marsaid; Nurjayanti; Rimbaga, Yocykha, and Ari. 2017. “Efektifitas Pemberian Ekstrak Kunyit Asam Terhadap Penurunan Dismenore Pada Remaja Putri Di Desa Tambang Kecamatan Pudak Kabupaten Ponorogo.” Global Health Science 2.
Proverawati, A., dan Misaroh, S. 2014. Menarche Menstruasi Pertama Penuh Makna. Yogyakarta: Nuha Medika.
Purwanto, Budhi. 2013. Herbal Dan Keperatan Komplementer (Teori, Praktik, Hukum Dalam Asuhan Keperawatan). Yogyakarta: Nuha Medika.
Riskesdas. 2016. Laporan Provinsi Sumatera Selatan Riskesdas 2016. Balitbangkes.
Sina, Abdu. 2015. “Pengaruh Pemberian Jamu Kunyit Asam Curcumae Val Tamarindus Indical.”
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.