Penerapan Pursed Lip Breathing pada pasien PPOK di ruang IGD RS Roemani Muhammadiyah Semarang
Abstract
Latar Belakang : Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) merupakan penyakit paru progresif yang ditandai dengan sesak napas karena peningkatan rahasia yang mengakibatkan ketidakefektifan pembersihan jalan napas. Masalah pembersihan jalan napas tidak efektif dapat mengancam nyawa jika tidak segera ditangani maka akan menyebabkan efek yang berbahaya seperti bronkospasme dan bronkokontriksi yang keduanya dapat meningkatkan sekresi lendir dan edema pada jalan napas sehingga menganggu respirasi dan alveolus mengalami penurunan ketersediaan oksigen. Penatalaksaan pembedahan yang dapat dilakukan untuk latihan pernapasan melalui bibir ( purd - lipbreathing ). Tujuan dari studi kasus ini untuk mengetahui keefektifan penerapkan teknik Pursed Lip Breathing dalam mengatasi sesak napas pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) di IGD RS Roemani Muhammadiyah Semarang Metode : Rancangan karya tulis ilmiah ini diskripsi menggunakan desain studi kasus ( studi kasus ) secara mendalam. Subyek yang digunakan yaitu pasien dengan PPOK berjumlah 5 responden dengan kriteria inklusi Pasien kesadaran compos mentis dan Pasien tidak dalam kondisi kritis. Kriteria ekslusi pasien tidak setuju menjadi responden dan pasien yang menderita penyakit menular. Analisa data dilakukan menggunakan analisis deskriptif. Pengambilan data dilaksanakan pada tanggal 14-24 Desember 2025 di IGD RS. RoemaniMuhammadiyahSemarang. Instrumen yang digunakan SOP pursed lipbreathing dengan cara memberikan teknik pursed lipbreathing 5 -8 kalai dalam 30 menit dan dilakukan pengukuran nilai RR dan SpO2 sebelum dan sesudah pemeberian teknik pernafaan pursed lipbreathing . Hasil : Studi kasus menunjukkan nilai rata-rata RR sebelum diberikan Pursed Lip Breathing RR 28 x/menit dan SpO2 92 % setelah diberikan Pursed Lip Breathing rata-rata RR 20 x/menit dan SpO2 98. Kesimpulan : Pursed lip breathing dapat membantu menambah sesak napas penderita PPOK. Implikasi bagi Rumah Sakit, hendaknya teknik pursed lip breath bisa dijadikan salah satu SOP dalam mengatasi sesak napas pasien PPOKReferences
DAFTAR PUSTAKA
Bakti. (2022). Pengaruh Pursed Lip Breathing Exercise Terhadap Penurunan Tingkat Sesak Napas Pada Penyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK) Di Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat (Bbkpm) Surakarta. Naskah Publikasi. Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Budiman dan Riyanto. (2020). Kuesioner Pengetahuan dan Sikap Dalam Penelitian. Kesehatan. Jakarta: Salemba Medika. Dinas Kesehatan Ponorogo.
Damansyah. (2023). Penerapan Pemberian Teknik Tripod Position Dan Pursed Lip Breathing Terhadap Kenaikan Saturasi Oksigen Pada Pasien Sesak Di Ruangan IGD RSUD Prof. Dr. Aloe Saboe.
Dinkes Prov. Jateng. (2021). Profile Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah.
Djanatunisah. (2021). Posisi tripod untuk menurunkan sesak napas pada pasien PPOK: Literature Review. 11, 501– 507: https://doi.org/10.32583/pskm.v11i3.1411.
Ekaputri. (2024). Karakteristik Demografi Pasien Dengan Penyakit Paru Obstruktif Kronik (Ppok). Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Volume 6 Nomor 1 | https://jurnal.syedzasaintika.ac.id.
Fadilah. (2025). Implementasi Pursed Lips Breathing Terhadap Perubahan Respiratory Rate Pada Pasien Penyakit Paru Obstruksi Kronis (Ppok) Di Rumah Sakit Tk Ii Putri Hijau Medan.Jurnal Riset Ilmiah https://manggalajournal.org/index.php/SINERGI E-ISSN 3031-8947.
Karim. (2022). Penerapan Relaksasi Benson Dan Pursed Lip Breathing Pada Lansia Yang Mengalami Hipertensi.Program Studi Keperawatan Program Sarjana Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kepanjen.
Kemenkes RI. (2021). Profil Kesehatan Indonesia 2020. In Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.
Khairunnisa. (2023). Pengaruh Pursed Lips Breathing Exercise Terhadap Intensitas Sesak Napas pada Penderita Penyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK) di RSUD dr. Soedarso Pontianak. ProNers, 6(1).
Kra, et al. (2021). Occupational Risk Factors for COPD : A Case-Control Study. 1–11. https://doi.org/10.1371/journal.pone.01587 19.
Kurnia Sari. (2025). Analisis Hubungan Faktor Risiko terhadap Peningkatan KejadianPenyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK).ASJN (Aisyiyah Surakarta Journal of Nursing).
Najihah, Theovena, E. M. (2022). Merokok dan Prevalensi Penyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK). Jurnal Kesehatan 5, 745–751. https://doi.org/https://doi.org/10.33096/woh.v5i04.38.
Perez et al. (2022). This study explores the hypothetical mediating effect of resilience in the impact of mindfulness and self-compassion on anxiety and depressive symptoms. Tidak ada: (2023) | Telusuri dengan: (2023).
Saputra. (2024). Penerapan Pursed Lips Breathing Terhadap Respiratory Rate Dan Skala Sesak Pasien Penyakit Paru Obstruksi Kronik Di Ruang Paru Rsud Jendral Ahmad Yani Kota Metro. Jurnal Cendikia MudaVolume 4, Nomor 4, Desember 2024 ISSN : 2807-3469.
Smeltzer, S. C. (2022). Keperawatan Medikal-Bedah Edisi 14. alih bahasa Yulianti, D & Kimin, A. Jakarta: EGC.
Subroto & Arifianto & Retnaningsih. (2022). Hubungan Derajat Berat Merokok (Indeks Brinkman) Dengan Derajat Obstruksi Pada Pasien PPOK Stabil Di RSPAW Salatiga. Jurnal Ners Widya Husada.
WHO. (2024).Worldl health statistic Chronic obstructive pulmonary disease (COPD). di akses pada tanggal 17 Maret 2024 dalam web site:https://www. who.int/news-room/fact
Copyright (c) 2025 Istriyani Istriyani , Dwi Retnaningsih

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.