https://journal.uwhs.ac.id/index.php/whnc/issue/feed Proceeding Widya Husada Nursing Conference 2023-02-01T14:15:17+07:00 Mariyati maryhamasah@gmail.com Open Journal Systems <p style="text-align: justify;"><strong>Proceeding Widya Husada Nursing Conference</strong> merupakan kumpulan artikel ilmiah hasil seminar nasional yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Widya Husada Semarang. Prosiding ini berfungsi sebagai wadah publikasi ilmiah bagi para akademisi, praktisi, peneliti, dan mahasiswa di bidang keperawatan untuk menyebarluaskan hasil penelitian, studi kasus, maupun kajian literatur yang relevan dengan perkembangan ilmu dan praktik keperawatan.</p> <p style="text-align: justify;">Setiap artikel dalam prosiding ini telah melalui proses seleksi dan peer-review untuk menjamin kualitas dan kontribusi ilmiah terhadap disiplin keperawatan. Topik-topik yang diangkat meliputi keperawatan komunitas, keperawatan gawat darurat, keperawatan anak, keperawatan lansia, manajemen keperawatan, serta isu-isu terkini dalam pelayanan kesehatan berbasis bukti (evidence-based practice).</p> <p style="text-align: justify;">Dengan menerbitkan prosiding ini, Universitas Widya Husada Semarang berkomitmen untuk mendukung pengembangan ilmu keperawatan yang adaptif terhadap tantangan global, serta mendorong sinergi antara pendidikan, penelitian, dan praktik klinis demi peningkatan mutu pelayanan kesehatan di Indonesia.</p> https://journal.uwhs.ac.id/index.php/whnc/article/view/559 PENERAPAN TINDAKAN KEPERAWATAN GENERALIS UNTUK MENGONTROL HALUSINASI PADA PASIEN GANGGUAN JIWA 2023-02-01T14:15:13+07:00 Farkhah Hidayatun Nikmah maryhamasah@gmail.com Mariyati Mariyati maryhamasah@gmail.com Latar Belakang: Prevalensi gangguan jiwa di masyarakat terus meningkat. Faktor yang menjadi penyebab terjadinya ganguan jiwa seperti kondisi perekonomian yang tidak stabil, masalah sosial budaya di masyarakat, penggunaan teknologi yang tidak tepat, tantangan dalam pola asuh dan perkembangan pada setiap fase. Salah satu gangguan jiwa yang membutuhkan perawatan di rumah sakit adalah pasien yang mengalami halusinasi. Pasien menunjukkan gejala gelisah, berbicara sendiri, bingung, pembicaraan inkoheren dan ketidakmampuan bersosialisasi. Setelah pulang dari rumah sakit jiwa pasien membutuhkan pendampingan agar tanda dan gejala tidak muncul kembali dan pasien mampu mengontrol halusinasi dengan tindakan menghardik, minum obat, bercakap- cakap dan melakukan kegiatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan tindakan keperawatan generalis untuk mengontrol halusinasi pada pasien gangguan jiwa. Metode: Pendekatan metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif studi kasus melalui mendeskripsikan tentang asuhan keperawatan pada pasien halusinasi dengan mengukur tanda dan gejala halusinasi sebelum dan setelah diberikan tindakan keperawatan generalis yaitu menghardik, edukasi minum obat, bercakap- cakap dan kegiatan terjadwal. Jumlah partisipan dalam penelitian ini adalah 2 orang dengan kriteria inklusi pasien gangguan jiwa yang pernah dirawat di rumah sakit jiwa, memiliki masalah utama halusinasi dan dirawat oleh keluarga. Hasil: Adanya perubahan tanda dan gejala sebelum dan setelah diberikan tindakan menghardik selama 4 hari berturut- turut. Frekuensi munculnya halusinasi berkurang, tidak berbicara sendiri, dan pasien mampu mengontrol halusinasi dengan menghardik. Kesimpulan: Penerapan tindakan keperawatan generalis bisa dilanjutkan untuk mengontrol halusinasi dan mengurangi tanda dan gejala gangguan jiwa seperti gelisah dan berbicara sendiri. 2023-02-01T14:15:13+07:00 Copyright (c) 2023 Proceeding Widya Husada Nursing Conference https://journal.uwhs.ac.id/index.php/whnc/article/view/560 PENGARUH RENDAM KAKI AIR HANGAT DENGAN CAMPURAN GARAM TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PAD PASIEN HIPERTENSI TINGKAT I DI SENDANGMULYO 2023-02-01T14:15:14+07:00 Klaudia Betrix Loke klaudialoke07@gmail.com Tekanan darah tinggi disebut the silent killer karena termasuk penyakit yang mematikan, penyakit ini dapat menyerang siapa saja baik muda maupun tua. Hipertensi adalah penyakit kelainan jantung dan pembuluh darah yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah. Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan keadaan perubahan dimana tekanan darah meningkat secara kronik (Fildayanti, 2020) Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh rendam kaki air hangat dengan campuran garam terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi tingkat I di sendangmulyo Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian eksperimen dengan desain pra eksprement dengan rancangan one group pretest posttest. Rancangan ini tidak ada kelompok pembandingan (kontrol), tetapi terlebih dahulu dilakukan observasi pertama (pretest) yang memungkinkan menguji perubahan - perubahan yang terjadi setelah adanya eksperimen (program). Hasil penelitian di ketahui rendam kaki air hangat dengan campuran garam dijelaskan bahwa empat responden setelah dilakukan rendam kaki dengan campuran garam mengalami penurunan tekanan darah dengan presentase 100%. Hal ini menunjukkan bahwa ada pengaruh rendam kaki air hangat dengan campuran garam di kelurahan sendangmulyo 2023-02-01T14:15:14+07:00 Copyright (c) 2023 Proceeding Widya Husada Nursing Conference https://journal.uwhs.ac.id/index.php/whnc/article/view/561 PENERAPAN TERAPI HIPNOSIS LIMA JARI DALAM MENGATASI KECEMASAN PADA PASIEN HIPERTENSI DI DESA TRATEMULYO WELERI KENDAL 2023-02-01T14:15:15+07:00 Bika Inayati bikainayati8@yahoo.com Dwi Nur Aini dwi.nuraini00@gmail.com Hipertensi merupakan suatu gangguan pada pembuluh darah yang mengakibatkan suplai oksigen yang dibawa darah menjadi terhambat sampai ke jaringan tubuh yang membutuhkan. Penyakit ini telah menjadi masalah baik di Negara maju maupun Negara berkembangSeorang penderita hipertensi mungkin akan menjadi cemas disebabkan penyakit hipertensi yang cenderung memerlukan pengobatan yang relatif lama. Salah satu alternatif relaksasi pada penderita hipertensi adalah dengan hipnosis lima jari dikenal juga dengan menghipnotis diri yang bertujuan untuk pemograman diri, menghilangkan kecemasan dengan melibatkan saraf pesimpatis dan akan menurunkan peningkatan kerja jantung, pernafasan, dan tekanan darah. Tujuan : Untuk mendiskripsikan penerapan terapi hipnosis lima jari dalam mengatasi kecemasan pada pasien hipertensi di desa Tratemulyo Weleri Kendal. Metode : Desain studi kasus ini adalah menggunakan desain penelitian pra-eksperimental. Instrumen dalam studi kasus ini adalah lembar observasi pre-postest. Studi kasus ini menggunakan 4 subyek dan penyajian data dalam bentuk naratif dan tabel. Hasil : Hasil studi kasus menunjukkan bahwa setelah diberikan tindakan keperawatan selama 3 hari berturut-turut berupa teknik hipnosis lima jari pada keempat partisipan terjadi penurunan tingkat kecemasan Kesimpulan : Hasil studi kasus menunjukkan bahwa tindakan keperawatan berupa teknik hipnosis lima jari dapat menurunkan kecemasan pada pasien yang mengalami hipertensi. 2023-02-01T14:15:15+07:00 Copyright (c) 2023 Proceeding Widya Husada Nursing Conference https://journal.uwhs.ac.id/index.php/whnc/article/view/562 PENERAPAN SENAM KAKI DIABETES TERHADAP NILAI KADAR GULA DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELLITUSDI KEL. KRAPYAK KEC. SEMARANG BARAT KOTA SEMARANG 2023-02-01T14:15:16+07:00 Wahyu Prihantoro wahyuprihantoro189@gmail.com Dwi Nur Aini dwi.nuraini00@gmail.com Latar Belakang : Diabetes Mellitus (DM) adalah gangguan metabolisme yang secara genetis dan klinis termasuk heterogen dengan manifestasi berupa hilangnya toleransi karbohidrat. Latihan Fisik merupakan salah satu dari empat pilar utama penatalaksanaan DM. Latihan fisik dapat menurunkan kadar glukosa darah karena latihan fisik akan meningkatkan pemakaian glukosa oleh otot yang aktif. Salah satu latihan fisik yang di anjurkan adalah senam kaki diabetes. Ada beberapa tujuan senam kaki diabetes yaitu, memperbaiki sirkulasi darah, memperkuat otot-otot kecil, mencegah terjadinya kelainan bentuk kaki meningkatkan kekuatan otot betis dan paha, mengatasi keterbatasan gerak sendi. Tujuan : Untuk mendiskripsikan penerapan senam kaki diabetes terhadap nilai kadar gula darah pada klien dengan diabetes mellitus Metode : Desain studi kasus ini adalah menggunakan Desain penelitian menggunakan pra-eksperimental. Instrumen dalam studi kasus ini adalah lembar observasi pre-postest. Studi kasus ini mengunakan 4 subyek dan penyajian data dalam bentuk naratif dan tabel. Hasil : Hasil studi kasus menunjukkan pada hari kedua maupun ketiga pada keempat responden setelah menerapkan senam kaki diabetes mengalami penurunan nilai kadar gula darah Kesimpulan : Hasil studi kasus menunjukkan bahwa nilai kadar gula darah sebelum diberikan senam kaki diabetes setelah diberikan senam kaki diabetes mengalami penurunan nilai kadar gula darah. Penerapan senam kaki diabetes mampu menurunkan nilai kadar gula darah penderita DM. Hal ini didukung dengan diet yang teratur. 2023-02-01T14:15:16+07:00 Copyright (c) 2023 Proceeding Widya Husada Nursing Conference https://journal.uwhs.ac.id/index.php/whnc/article/view/563 PENERAPAN PIJAT OKSITOSIN UNTUK KELANCARAN PRODUKSI ASI PADA IBU POST PARTUM DI RUANG MAWAR RSUD DR. H. SOEWONDO KENDAL 2023-02-01T14:15:17+07:00 Cahyani Setianingrum cahyanisetianingrum@gmail.com Priharyanti Wulandari cahyanisetianingrum@gmail.com Latar0belakang : Ibu post partum mengalami perubahan setelah melahirkan salah satunya pada area payudara. Ibu mulai memberikan nutrisi pada bayinya melalui ASI. Salah satu masalah yang dialami ibu adalah ketidakefektifan pemberian ASI (Air Susu Ibu). Pijat0oksitosin sebagai0salah satu solusi0untuk mengatasi ketidaklancaran0produksi ASI dan merangsang hormon0oksitosin. Tujuan : Menyusun penerapan pijat oksitosin terhadap 0elancaran produksi0ASI pada ibu post partum. Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan0pendekatan studi kasus pada subjek berjumlah 4 orang melalui pre-post perlakuan. Perlakuan dilakukan selama 2 kali dengan evaluasi 3 kali setiap 6 jam. Instrumen yang digunakan yaitu informed consent dan SOP pijat oksitosin. Alat ukur dengan menggunakan lembar observasi jumlah produksi ASI dan lembar wawancara. Kriteria inklusinya yaitu ibu post partum hari ke-0 dengan keluhan ASI belum keluar yang0belum mendapatkan0penyuluhan tentang pijat oksitosin0dan bersedia menjadi responden sedangkan kriteria ekslusinya yaitu ibu post partum yang sudah bisa mengeluarkan ASI dan tidak besedia menjadi responden. Hasil : Didapatkan hasil terjadinya perubahan produksi ASI sebelum dan sesudah dilakukan pijat oksitosin. Rata-rata jumlah penambahan kelancaran produksi ASI setelah dilakukan pijat oksitosin berkisar 7-17 ml/cc. Implikasi : Pijat oksitosin mampu merangsangang jumlah kelancaran produksi ASI sehingga membuat ibu lebih tenang dan rileks. 2023-02-01T14:15:17+07:00 Copyright (c) 2023 Proceeding Widya Husada Nursing Conference https://journal.uwhs.ac.id/index.php/whnc/article/view/564 PENERAPAN EDUKASI PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR UNTUK IBU YANG MEMPUNYAI ANAK USIA DINI 4-6 TAHUN 2023-02-01T14:15:17+07:00 Maya Wulandari 1234mayawulan@gmail.com Latar Belakang : Edukasi merupakan proses pembelajaran yang bertujuan untuk mengembangkan potensi diri atau kualitas dari pola pikir dan pengetahuan dari suatu individu atau kelompok. Ibu adalah sebutan umum kepada seorang wanita atau perempuan yang sudah menikah dan mempunyai anak. Motorik kasar merupakan gerakan tubuh yang menggunakan otot-otot besar atau sebagian besar atau seluruh anggota tubuh yang dipengaruhi oleh kematangan anak itu sendiri (Oramas, 2016). Tujuan : bertujuan untuk mengetahui penerapan edukasi perkembangan motorik kasar untuk ibu yang mempunyai anak usia dini 4-6 tahun. Metode : Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan studi kasus pretest dan posttest. Hasil : Hasil penelitian diketahui sebelum dilakukan penerapan edukasi 4 responden memiliki pengetahuan rendah dan setelah dilakukan meningkat tinggi, responden 1 mendapat skor 80, responden 2 skor 60, responden 3 skor 80 dan responden 4 skor 80. Kesimpulan penelitian ini yaitu edukasi perkembangan motorik kasar untuk ibu yang mempunyai anak usia dini 4-6 tahun untuk meningkatkan pengetahuan ibu. Kesimpulan : Hal ini menunjukkan bahwa ada pengaruh penerapan edukasi perkembangan motorik kasar untuk ibu yang mempunyai anak usia dini 4-6 tahun untuk meningkatkan pengetahuan ibu. 2023-02-01T14:15:17+07:00 Copyright (c) 2023 Proceeding Widya Husada Nursing Conference