MENGATASI KECEMASAN PADA LANSIA DENGAN MENGGUNAKAN AROMATHERAPI LAVENDER DI UNIT REHABILITASI SOSIAL WENING WARDOYO UNGARAN
Abstract
Lanjut usia merupakan tahap lanjut dari suatu proses kehidupan yang ditandai dengan penurunan kemampuan tubuh untuk beradaptasi dengan stres lingkungan. Kecemasan pada lanjut usia dapat disebabkan oleh beberapa hal diantaranya, karena bertambahnya usia, penurunan fisik dan kurangnya perhatian dari orang – orang terdekat. Apabila kecemasan pada lanjut usia dibiarkan secara terus menerus itu akan berakibat buruk pada kondisi fisik, mental dan psikologi lanjut usia. Penelitian ini menggunakan rancangan studi deskriptif eksperimen (Quasi Experiment Without Control Group) dengan desain pra – pasca tes dalam satu group (One Group Pretest Postest ) dengan 50 responden sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Cara pengambilan sampel dilakukan secara non probability sampling dengan metode kluster random sampling. Hasil penelitian dengan menggunakan uji alternatif Wilcoxon. Menerima Ha (menolak Ho) bila diperoleh nilai p≤0,05. Koefisien Wilcoxon didapatkan hasil p = 0.00. Berarti Ho ditolak, hal ini menunjukkan : ada pengaruh aromatherapi lavender terhadap kecemasan pada lansia di Unit Rehabilitasi Sosial Wening Wardoyo Ungaran. Kesimpulan : Adanya pengaruh aromatherapi lavender untuk mengurangi tingkat kecemasan pada lanjut usia.
Kata kunci : Aromatherapi, kecemasan, lansia
References
Arikunto, S. 2006. Prosedur penelitian suatu pendekatan praktik. Jakarta: Rineka Cipta
Asmadi. 2008. Teknik prosedural keperawatan: konsep dan aplikasi kebutuhan dasar klien. Jakarta: Salemba Medika
Badan Pusat Statistik Kabupaten Semarang. 2008. DDA Kabupaten Semarang dalam Angka 2008. BAPPEDA Kabupaten Semarang dan BPS Kabupaten Semarang. Semarang.
Balkam. 2002. Aromatherapi. Yogyakarta: Wacana Prima
Bandiyah, S. 2009. Lanjut usia dan keperawatan gerontik. Yogyakarta: Nuha Medika
Cahyoputro, D. 2008. Pengaruh jenis kelamin dan aromaterapi dengan tingkat kecemasan pada lansia di Sukoharjo. Tesis Skep. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Skripsi tidak dipublikasikan.
Efendi, F & Makhfudli. 2009. Keperawatan kesehatan komunitas. Jakarta: Salemba Medika, cetakan pertama
Hawari, D. 2007. Dimensi psikoreligi pada lanjut usia. Jakarta: FKUI
Rettrywanasir, R. 2009. Kondisi dan permasalahan penduduk lansia. Yogyakarta. <http://www.komnaslansia.or.id>.
Kuntjoro, SZ. 2002. Masalah kesehatan jiwa lansia. <http://www.e-psikologi.com>
Mubarak, WI et al. 2006. Ilmu keperawatan komunitas 2: Teori & aplikasi dalam praktik, Jakarta: Agung Seto
Nevid, JS & Rathus, SA. 2005. Psikologi abnormal.edk 5. Jakarta: Erlangga
Notoatmodjo, S. 2002. Metodologi penelitian kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta
Nugroho, W. 2000. Keperawatan gerontik, edk 2, Jakarta: EGC
Nursalam. 2003. Konsep dan penerapan metodologi ilmu keperawatan. Jakarta: Salemba Medika
Potter, PA & Perry, AG. 2005. Fundamental Keperawatan; konsep, Proses, dan Praktis, Cetakan Pertama. Jakarta: trans, Ester, M, EGC
Soelistiono. 2009. Jumlah lansia di Indonesia meninggi, <http://www.mediaindonesia.com>.
Stuart, GW. 2007. Buku saku keperawatan jiwa. edk 5. Cetakan Pertama. Jakarta: Kapoh, R, EGC
Suliswati et al. 2005. Konsep dasar keperawatan kesehatan jiwa. Jakarta: EGC
Suprajitno. 2004. Asuhan keperawatan keluarga: Aplikasi dalam praktik. Jakarta: EGC
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.