Penerapan Posisi Semifowler Terhadap Penurunan Respiratory Rate Dengan Dyspnea
Abstract
Latar belakang : Tuberkulosis Paru merupakan penyakit infeksi tropis menular yang disebabkan oleh Mycobacterium Tuberculosis menimbulkan reaksi peradangan dan terbentuk eksudat-eksudat pada saluran pernapasan sehingga muncul manifestasi klinik seperti batuk dan sesak napas yang dalam fase lanjut akan mengakibatkan terjadinya hipoksia. Dyspnea adalah keadaan yang menggambarkan sensasi sesak napas, yang ditandai dengan terhambatnya aliran udara, atau sulit bernapas dan sesak dada yang sering dikaitkan dengan penyakit jantung atau pernafasan. Salah satu terapi non farmakologis yang bisa dilakukan untuk menurunkan sesak napas adalah dengan mengatur posisi pasien dengan semi fowler. Posisi semi fowler mampu memaksimalkan ekspansi paru dan menurunkan upaya penggunaan alat bantu otot pernapasan. Tujuan : penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui penerapan posisi semifowler terhadap penurunan respiratory rate pada pasien TB Paru dengan dyspnea. Metode : dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah studi kasus, memungkinkan penelitian untuk tetap bersifat holistik dan signifikan Hasil : dari 4 responden yang menjadi partisipan dalam penelitian ini, mengalami peningkatan respiratory rate. Setelah dilaksanakan penerapan posisi semifowler respiratory rate menurun secara signifikan. Kesimpulan : berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan posisi semifowler dapat menurukan respiratory rate dengan dyspneaReferences
Badan Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI Tahun 2013 Riset Kesehatan Dasar
Chin J, 2006. Manual Pemberantasan Penyakit Menular, Infomedika, Jakarta. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Riset kesehatan dasar 2018. Jakarta: Kemenkes RI; 2018.
NANDA NIC-NOC, 2013. Aplikasi Asuhan Keperawatan Berdasarkan Diagnosa Medis
Potter PA & Perry AG. 2005. Buku Ajar Fundamental Keperawatan Konsep, Proses dan Praktik Edisi 4, Jakarta: EGC.
Price, Sylvia. A. & Willson, Lorrains M. (2006). Patofisiologi dan Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit. Jakarta : EGC
PDPI (Perhimpunan Dokter Paru Indonesia). 2004. TBC dan Pedoman Pentalaksanaan di Indonesia. Jakarta: Balai penerbit FKUI
Price A. S & Wilson M. L, 2005. Patofisiologi Konsep Klinis Proses- Proses Penyakit. Edisi 6 EGC: Jakarta.
Rengganis, I, 2008, Diagnosis dan Tatalaksana Asma Bronkial, Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia,Gizi RSUD. Dr. Saiful Anwar Malang
Ruliana dkk.2012. Pedoman Pengkajian dan Perhitungan Kebutuhan Gizi. Edisi 2 Instalasi Smeltzer & Bare. (2013). Buku Ajar Keperawatan Medika Bedah. Jakarta : EGC
Seodarto 2006. Penyakit-Penyakit Infeksi di Indonesia, Widya Medika : Jakarta.
Taylor M. Cyntia, Ralhp Sparks Sheila (2013), Diagnosis Keperawatan Dengan Rencana Asuhan, Edisi 10. Penerbit buku kedokteran EGC. Jakarta.
----------------2015. Profil Kesehatan Indonesia.Kementerian Kesehatan RI
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.