Penerapan Posisi Semifowler Terhadap Penurunan Respiratory Rate Dengan Dyspnea

  • Turafik Turafik Mahasiswa Prodi Profesi Ners Universitas Widya Husada Semarang
  • Dwi Nur Aini Dosen Prodi Profesi Ners Universitas Widya Husada Semarang

Abstrak

Latar belakang : Tuberkulosis Paru merupakan penyakit infeksi tropis menular yang disebabkan oleh Mycobacterium Tuberculosis menimbulkan reaksi peradangan dan terbentuk eksudat-eksudat pada saluran pernapasan sehingga muncul manifestasi klinik seperti batuk dan sesak napas yang dalam fase lanjut akan mengakibatkan terjadinya hipoksia. Dyspnea adalah keadaan yang menggambarkan sensasi sesak napas, yang ditandai dengan terhambatnya aliran udara, atau sulit bernapas dan sesak dada yang sering dikaitkan dengan penyakit jantung atau pernafasan. Salah satu terapi non farmakologis yang bisa dilakukan untuk menurunkan sesak napas adalah dengan mengatur posisi pasien dengan semi fowler. Posisi semi fowler mampu memaksimalkan ekspansi paru dan menurunkan upaya penggunaan alat bantu otot pernapasan. Tujuan : penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui penerapan posisi semifowler terhadap penurunan respiratory rate pada pasien TB Paru dengan dyspnea. Metode : dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah studi kasus, memungkinkan penelitian untuk tetap bersifat holistik dan signifikan Hasil : dari 4 responden yang menjadi partisipan dalam penelitian ini, mengalami peningkatan respiratory rate. Setelah dilaksanakan penerapan posisi semifowler respiratory rate menurun secara signifikan. Kesimpulan : berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan posisi semifowler dapat menurukan respiratory rate dengan dyspnea

Referensi

Badan Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI Tahun 2013 Riset Kesehatan Dasar

Chin J, 2006. Manual Pemberantasan Penyakit Menular, Infomedika, Jakarta. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Riset kesehatan dasar 2018. Jakarta: Kemenkes RI; 2018.

NANDA NIC-NOC, 2013. Aplikasi Asuhan Keperawatan Berdasarkan Diagnosa Medis

Potter PA & Perry AG. 2005. Buku Ajar Fundamental Keperawatan Konsep, Proses dan Praktik Edisi 4, Jakarta: EGC.

Price, Sylvia. A. & Willson, Lorrains M. (2006). Patofisiologi dan Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit. Jakarta : EGC

PDPI (Perhimpunan Dokter Paru Indonesia). 2004. TBC dan Pedoman Pentalaksanaan di Indonesia. Jakarta: Balai penerbit FKUI

Price A. S & Wilson M. L, 2005. Patofisiologi Konsep Klinis Proses- Proses Penyakit. Edisi 6 EGC: Jakarta.

Rengganis, I, 2008, Diagnosis dan Tatalaksana Asma Bronkial, Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia,Gizi RSUD. Dr. Saiful Anwar Malang

Ruliana dkk.2012. Pedoman Pengkajian dan Perhitungan Kebutuhan Gizi. Edisi 2 Instalasi Smeltzer & Bare. (2013). Buku Ajar Keperawatan Medika Bedah. Jakarta : EGC

Seodarto 2006. Penyakit-Penyakit Infeksi di Indonesia, Widya Medika : Jakarta.

Taylor M. Cyntia, Ralhp Sparks Sheila (2013), Diagnosis Keperawatan Dengan Rencana Asuhan, Edisi 10. Penerbit buku kedokteran EGC. Jakarta.

----------------2015. Profil Kesehatan Indonesia.Kementerian Kesehatan RI

Diterbitkan
2022-03-30
Bagian
Articles