PENGARUH LATIHAN RANGE OF MOTION PADA EKSTREMITAS ATAS DENGAN BOLA KARET TERHADAP KEKUATAN OTOT PASIEN STROKE RSUD DR. H. SOEWONDO KENDAL

Dwi Nur Aini, Nana Rohana, Ervilina Windyastuti

Abstract


Latar Belakang :Stroke menyebabkan kerusakan neurologis karena sumbatan total atau parsial pada pembuluh darah serebral sehingga menyumbat aliran darah  ke otak.Range Of Motion dapat membantu menyembuhan kelemahan otot pada penderita stroke.Tujuan :Mengetahui pengaruh latihan range of motion (ROM) pada ekstremitas atas dengan bola karet terhadap kekuatan otot pasien stroke. Metode :Jenis penelitian Quasi Eksperimen dengan One Group Pretest-Postest. Populasi adalah pasien stroke 3 bulan terakhir dengan jumlah 40.Sampel sebanyak 40 diambil dengan teknik consecutive sampling.Uji analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil : Sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki sebanyak 23 responden (57,5% ), berumur antara 40-60  tahun yaitu sebanyak 31 responden (77,5%), pendidikan SMP sebanyak 21 (52,5%), kekuatan otot sebelum latihan ROM pada kategori 3 yaitu 23 responden (57,5%) dan kekuatan otot setelah latihan ROM pada kategori 4 yaitu 26 responden (65%). Uji Wilxocon P value = 0,000. Kesimpulan :Ada pengaruh latihan range of motion (ROM) pada ekstremitas atas dengan bola karet terhadap kekuatan otot pasien stroke RSUD Dr. H. Soewondo Kendal.

Kata Kunci     : Latihan Range Of Motion (ROM), Kekuatan Otot, Stroke

 

ABSTRACT

Background: Stroke causes neurological damage due to total or partial blockage of the cerebral blood vessels which blocks blood flow to the brain. Range Of Motion can help heal muscle weakness in stroke patients.Objective:To determine the effect of range of motion (ROM) exercises on the upper extremities with rubber balls on the muscle strength of stroke patients.Method: Type of Quasi Experiment study with One Group Pretest-Postest. The population was stroke patients in the last 3 months with the number 40. 40 samples were taken by consecutive sampling technique. Test data analysis using Wilcoxon test.Results: Most of the respondents were male respondents as many as 23 respondents (57.5%), aged between 40-60 years as many as 31 respondents (77.5%), junior high school education as much as 21 (52.5%), muscle strength before ROM training in category 3, it was 23 respondents (57.5%) and muscle strength after ROM training in category 4, which was 26 respondents (65%). Wilxocon Test P value = 0,000.Conclusion: There is an effect of range of motion (ROM) exercises on the upper extremities with rubber balls on the muscle strength of stroke patients RSUD Dr. H. Soewondo Kendal

Keywords       : Range Of Motion Exercise (ROM), Muscle Strength, Stroke

Full Text:

PDF

References


Andra, S.W., & Yessie, M.P., 2013. Keperawatan Medikal Bedah: Keperawatan Dewasa Teori dan Contoh Askep. Yogyakarta: Nuha Medika

Astrid, M. (2011). ‘Pengaruh Latihan Range of Motion (ROM) Terhadap Kekuatan Otot, Luas gerak sendi dan kemampuan fungsional pasien stroke di RS Sint Carolus’ Jakarta. Jurnal Keperawatan dan Kebidanan (JIKK),Vol. 1 No.4,Juni 2011:175-182

Bambang Trisnowijayanto. (2012). Instrumen Pemeriksaan Fisioterapi dan Penelitian Kesehatan.Nuha Medika: Yogyakarta.

Black, J. M. (2005). Medical surgikal nursing, clinikal management for positive outcome(7thEd.).Philadelphia, United Stated ofAmerica.

Bustan.(2015). Manajemen Pengendalian Penyaklit Tidak Menular.Rineka Cipta: Jakarta.

Ginsberg, Lionel. (2007). Lecture Notes: Neurology. Jakarta: Erlangga

Hariyono, D. C., Hasan, M., & Prasetyo, R. (2015).‘Perbandingan Rentang Gerak Sendi Bahu Siku dan Kekuatan Otot Lengan Atas pada Pasien Pasca Stroke di RS Dr.Soebandi’.Journal ofAgromedicine and MedicalSciences , 25-28

Hastono, Susanto Priyo. (2010). Analisa Data.Jakarta : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia.

Ikawati, Z. (2011). Fisioterapi Bagi Insan Stroke. Graha Ilmu: Yogyakarta.

Kozier, B., Erb, G., & Oliveri, R. (1995).Fundamental Of Nursing: Concept process and practicem. 4th Edition. Massachusetts: Addison Wesley Publising Company, Inc.

Kristiyawati, S.P., Irawaty, D., Hariyati, Rr.T.S. 2009. “Faktor Risiko yang Berhubungan dengan Kejadian Stroke di RS Panti Wilasa Citarum Sema-rang”, Jurnal Keperawatan danKebidanan (JIKK),Volume 1 (1), 29 hal. 1-7. Semarang: STIKES Telogorejo.

Lestari, N. K. (2010). “Pengaruh Massage dengan Minyak Kelapa terhadap Pencegahan Dekubitus pada Pasien Stroke di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto Jakarta Pusat”.SkripsiSarjana (Diterbitkan).Universitas Pembangunan NasionalVeteran:Jakarta.

Majalah Farmacia. (2009). Lebih Baik Dicegah Daripada Sekadar Momok.http://www.majalahfarmacia.com/rubrik/one_news_print.asp?IDNews=1245(Diakses tanggal 17 september 2018)

Marlina.(2011). “Pengaruh Latihan ROM Terhadap Peningkatan Kekuatan Otot Pada Pasien Stroke Iskemik di RSUDZA Banda Aceh”. Idea Nursing Juornal Vol. III No.1

Pongantung, H,dkk. (2018). Pengaruh Latihan Range Of Motion Terhadap Rentang Gerak Sendi Ekstremitas Atas Pasa Pasien Pasca Stroke di Makassar. JournalOf Islamic Nursing Vol 3 No.1

Smeltzer Suzanne C. 2005. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner & Suddarth. Alih Bahasa Jepang Waluyo, dkk. Editor Monica Ester, dkk. Ed. 8. Jakarta: EGC.

Sofyan, AM, Sihombing IY, Hamra Y. (2012). “Hubungan Umur, Jenis Kelamin, dan Hipertensi dengan Kejadian Stroke”. Program pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran UHO

Watila, M.M., Nyandaiti, Y. W., Bwala, S. A., Ibrahim, A. 2010. “Gender Variation Risk Factors and Clinical Presentation of Acute Stroke”, Journal of Neuroscienceand Behavioural Health, Volume 3(3), hal. 38-43.S

Yastroki. (2007). South East Asia Medical Information Center, Annual Report 1990-1999


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


  
 Published by : Universitas Widya Husada Semarang | ISBN : 978-602-60315-7-0
  

MAP LOCATION