Faktor Penyebab Kegagalan Pemberian Asi Eksklusif Pada Ibu Bekerja: Kajian Fenomenologis
Abstract
Berdasarkan Global Breastfeeding Scorecard 2023 dari UNICEF dan WHO, hanya sekitar 48% bayi berusia di bawah enam bulan secara eksklusif menerima ASI. Di Indonesia meningkat dari sekitar 52% pada 2017 menjadi 66,4% pada 2024. Kondisi ini menunjukkan masih banyak bayi yang belum menerima manfaat penuh ASI eksklusif. Beragam studi telah dilakukan untuk mengungkap penyebab kegagalan ASI eksklusif. Penelitian kuantitatif dan kualitatif menunjukkan bahwa pengetahuan rendah, dukungan suami kurang, pekerjaan ibu, dan usia yang terlalu muda atau tua merupakan faktor signifikan. Metode penelitian dalam bentuk data kuantitatif memiliki kekurangan tidak dapat menggali lebih dalam faktor kegagalan pemberian ASI eksklusif. Tujuan penelitian ini menganalilis kegagalan ibu dalam memberikan ASI eksklusif dengan menggali faktor penyebabnya. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi fenomenologi. Partisipan dalam penelitian ini adalah ibu bekerja yang memiliki anak berusia dua tahun dan gagal dalam memberikan ASI eksklusif sebanyak lima orang. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara mendalam menggunkan bantuan instrument wawancara. Hasil penelitian diperoleh kegagalan ibu memberikan ASI eksklusif karena produksi ASI yang kurang atau persepsi ibu terhadap jumlah ASI kurang untuk memenuhi kebutuhan bayi yang disebabkan oleh beberapa hal yaitu: putting susu datar, bayi bingung putting, tali lidah pendek, frekuensi menyusui kurang dan penyebab lain yang tidak diketahui.
Copyright (c) 2026 Sri Wahyuning, Ambar Dwi Erawati, Rinayati Rinayati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.









