HUBUNGAN DERAJAT BERAT MEROKOK (INDEKS BRINKMAN) DENGAN DERAJAT OBSTRUKSI PADA PASIEN PPOK STABIL DI RSPAW SALATIGA
Abstract
Latar belakang: Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) adalah salah satu penyakit tidak menular akibat rokok yang menjadi masalah kesehatan masyarakat, yang ditandai dengan hambatan aliran udara di saluran nafas yang tidak sepenuhnya reversible yang berdampak adanya peradangan paru yang berkembang dalam waktu yang panjang, hal ini mengakibatkan hilangnya kelenturan paru hingga sulit mendorong udara. Saluranjuga akan menjadi bengkak dan sempit ditambah dengan terhalangnya aliran udara di paru oleh lendir, sehingga penderitanya sulit bernafas. Tujuan dari penelitian adalah mengetahui hubungan derajat berat merokok dengan derajat obstruksi pasien PPOK di RSPAW Salatiga. Metode: Penelitian deskriptif korelatif yang menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, jumlah responden 44 pasien. Instrument menggunakan kuesioner indeks brinkman. Hasil: Pasien dengan derajat berat merokok ringan derajat obstruksi ringan ada sebanyak 14 pasien. Pasien dengan derajat berat merokok sedang derajat obstruksi ringan sebanyak 1 pasien. Pasien dengan derajat berat merokok sedang derajat obstruksi sedang sebanyak 21 pasien. .Pasien dengan derajat berat merokok kategori berat derajat obstruksi berat sebanyak 8 pasien. Hasil uji bivariat rank spearman diperoleh nilai p value sebesar 0,000. Besarnya koofisien determinasi berdasarkan hasil uji tersebut yaitu 97.4%. Kesimpulan: Derajat berat merokok pada pasien PPOK mayoritas berada pada kategori sedang sebanyak 22 pasien (50%). Derajat obstruksi pada pasien PPOK mayoritas berada pada kategori derajat sedang sebanyak 21 pasien (47.7%). Terdapat hubungan yang signifikan antara derajat berat merokok dengan derajat obstruksi pasien PPOK di RSPAW Salatiga dengan arah hubungan positif dan kekuatan hubungan sangat kuatAuthors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.